Kamis, 14 Januari 2016

JENIS TANGGA KAPAL PENUMPANG

TANGGA KAPAL / SHIPS LADDER

Tangga dikapal merupakan perlengkapan penghubung dua lantai atau dua level dikapal yang berguna untuk kebutuhan jalannya orang.

Tangga dikapal adalah merupakan perlengkapan kapal yang berguna untuk kebutuhan perlindungan orang diatas kapal untuk menghindarkan orang jatuh kelaut. Tangga dikapal dan pagar pelindung (railing) juga merupakanan persyaratan dari ILLC 1966. Penempatan disesuaikan dengan kebutuhan dikapal, didalam ruang akomodasi atau berada diluar ditempat terbuka. Dibuat dengan konstruksi yang kuat dari baja, lugam lain atau dari kayu. Tangga dikapal memiliki beberapa jenis sesaui dengan posisinya yaitu tangga miring dan tangga tegak.

TANGGA MIRING

Tangga miring merupakan tangga dengan posisi kemiringan tertentu disesuaikan dengan penempatannya, pada umumnya tangga jenis ini ditempatkan pada ruangan yang cukup luas dan sesuai dengan kebutuhannya tidak dimungkinkan menggunakan tangga tegak. Contoh tangga didalam ruang akomodasi atau tangga diluar antara lantai geladak dibangunan atas dan diruang mesin. tangga ini diperlukan karena ruang muat cukup besar sehingga untuk keselamatan orang dibuat tangga miring yang bertahap. Tangga jenis ini juga dikenal dengan nama Australian Ladder.

Tangga miring dibuat dengan konstruksi baja atau kayu. Untuk tangga diluar bangunan kapal dan dikamar mesin dibuat dari baja dengan anak tangga ada yang berlubang dan untuk diruang mesin dibuat dengan anak tangga yang terbuat dari pelat anti selip. Untuk tangga yang berada diruang muat memiliki anak tangga yang terbuat dari batang baja. Seluruh tangga dilengkapi dengan pegangan tangan.





Jenis Tangga miring yang digunakan untuk naik turun penumpang ke kapal, dilengkapi winch untuk mengangkat dan menurunkan tangga, anak tangganya juga memiliki konstruksi khusus lengkung dengan permukaan anti selip.

TANGGA TEGAK

Tangga tegak (vertical ladder) merupakan tangga yang posisinya tegak sejajar dengan dinding kapal. Penggunaan tangga tegak jika dibandingkan dengan tangga miring, lebih nyaman dan aman tangga miring, namun demikian, tangga tegak merupakan tangga khusus untuk penggunaan / akses didaerah tertentu dikapal yang tidak dapat dipasang tangga miring.Tangga tegak dibuat dengan konstruksi yang kuat dari baja, dengan anak tangga batang baja segi empat yang dipasang diagonal untuk menghindarkan licin.

Pada umumnya tangga tegak dipasang digeladak terbuka diluar bangunan atas kapal. Tangga tegak juga dipasang untuk akses kedalam palkah atau kedalam tanki. Tangga darurat yang digunakan untuk akses keluar dari kamar mesin keatas geladak terbuka (poop deck) juga jenis tangga tegak.

Selain tangga tegak konstruksi baja, dikapal juga ada jenis tangga tegak yang terbuat dari bahan tali dengan anak tangga terbuat dari kayu papan atau karet syntetis Saat penggunaannya pada ujung atas tangga ini harus terikat secara kuat dikapal dengan menggunakan segel.

Tangga tegak jenis ini digunakan untuk tangga darurat atau tangga cadangan unuk naik dan turun pandu dari kapal. Juga tangga tali yang digunakan untuk turun dari kapal kesekoci. Kelebihan tangga ini dapat digulung dan dipindahkan.


6 Jenis Gangway Kapal

Seperti namanya, gangway ini dibangun dari fiberglass. Lebar gang tersebut adalah 24 kaki dan mereka dirancang untuk memenuhi kapal-kapal yang digunakan untuk kegiatan perang. Fitur lain dari gangway ini termasuk pegangan yang dapat dilipat dan permukaan yang benar-benar tidak tergelincir 

peralatan yang digunakan untuk membantu seseorang masuk ke (berangkat) dan keluar (turun) dari kapal atau perahu dikenal sebagai sebuah gangway. Secara teknis, gangway adalah seperti sebuah jalan yang halus dan miring. Di kapal, gangway terutama digunakan oleh penumpang atau kru untuk masuk atau keluar kapal dan kadang-kadang juga digunakan untuk bongkar muat kargo.

Gangway kerja berasal dari bahasa Anglo-Saxon. Gangway yang digunakan kini bisa dari dua tipe:
1.gangway lipat
2.Beberapa gangway yang dibangun sedemikian rupa sehingga mereka dibangun pada kapal itu sendiri

Ada berbagai jenis gangway yang digunakan dalam waktu hari ini. Hal yang sama dapat dijelaskan sebagai berikut:

Beam Brow fiberglass gangway

 
 Beam Brow Aluminium gang: 


Terbuat dari aluminium, gangway ini adalah dilas dan cukup tahan lama. Permukaan jalan adalah sedemikian rupa sehingga tidak ada masalah air terakumulasi. Juga permukaan licin non-ramp memastikan bahwa ada
kecelakaan disebabkan. Gangway ini dirancang untuk memenuhi kapal dari berbagai ukuran sehingga setiap orang dapat memilih untuk aluminium tangga kapal

Truss Brow Aluminium gangway

 

Aluminium gangway
: Terbuat dari aluminium dan baja, mereka lebih ringan dalam berat dan digunakan terutama di pelabuhan perumahan. Bahan yang digunakan memastikan bahwa tidak ada korosi apapun. Fitur lain dari gang ini adalah bahwa ia memiliki pegangan tangan dilipat sehingga mudah untuk menyimpan gang itu. Biaya gang ini juga cukup terjangkau




Medium-Duty Gangways:

Mereka juga datang pada tingkat yang sangat terjangkau dan terutama digunakan di pelabuhan-pelabuhan swasta dan perumahan. Bahan yang digunakan untuk m embangun gang menengah-tugas yang aluminium dan baja. Kedua bahan menawarkan daya tahan jangka panjang untuk jalan
Heavy-Duty gangway:




Mereka digunakan dalam pelabuhan swasta yang memiliki pelayaran feri dan kapal lainnya menggunakan mereka. Landai ini terbuat dari baja dan aluminium dan sesuai dengan standar ISO yang dibutuhkan. Perancangan jalan bahkan cacat memungkinkan orang untuk masuk dan keluar dengan aman.
 Dengan bantuan dari gangway, masuk dan keluar untuk kapal menjadi sangat mudah. Ini adalah fitur yang paling penting dan keuntungan dari menggunakan landai dalam modus transportasi air.


http://www.maritimeworld.web.id/2011/03/fungsi-tangga-dan-pagar-pada-kapal.html
http://kapal-pelaut-surveyor.blogspot.co.id/2011/10/6-jenis-gangway-kapal.html


Kamis, 07 Januari 2016

PELAPISAN PERMUKAAN DENGAN POLITUR

saya memilih menulis ini karena finishing dengan politur dapat digunakan pada pekerjaan interior kapal dibidang prabot rumah tangga seperti meja, kursi, lemari dan sebagainya.

Politur adalah pewarna kayu yang bersifat transparan, dan tidak menutup serat kayu, sehingga kayu nampak lebih indah. 
aplikasi pemolesan pelapisan permukaan dengan politur yakni dengan kuas, dengan kain dan dengan kaus pada pelapisan akhir.

Fungsi
Di Indonesia politur ini merupakan bahan yang sangat popular sebelum pada akhirnya mulai digantikan dengan bahan finishing modern berupa cat (coating). Pada jaman dulu shellac ini merupakan satu-satunya bahan finishing yang bisa digunakan untuk proses finishing pada kayu yang bisa menghasilkan finishing dengan warna transparan yang bisa menampilkan keindahan warna dan serat kayu. Shellac dibuat dari bahan resin alam yang dihasilkan dari suatu jenis serangga yang hidup dari tumbuhan yang ada di India. Shellac bisa berfungsi untuk melindungi permukaan kayu dibawahnya. Bahkan sekarang finishing dengan warna transparan masih disebut sebagai warna politur. 
Politur, cat transparan jenis politur paling banyak digunakan dan dikenal oleh masyarakat karena telah digunakan sejak dahulu. Politur mudah untuk diaplikasikan dan dapat digunakan baik untuk eksterior atau interior ruangan karena meiliki perlindungan terhadap sinar ultra violet (UV). 
Cara memolitur benda kerja kayu warna alami :
1. pertama-tama kita bersihkan dahulu benda kerja yang akan di politur dengan ampelas untuk memotong serat yang berdiri dan kasar. kertas ampelas yang di pakai nomor 80-100 
2. setelah itu pengisian pori-pori yang berpotensi kasar seperti kayu jati, kamper dan lainnya. bahan pengisi pori kayu (wood filler) yaitu bubuk filler yang berlarut air. pengisian dapat di lakukan dengan kape hingga pori terisi. filler dibiarkan kering sampai beberapa menit. 
3. langkah selanjutnya pembersihan bubuk filler kering dengan amplas nomor 150-180 sehingga permukaan kayu rata dan bersih.
4. selanjutnya langkah pelapisan dasar yang dilakukan dengan kuas. pendasaran di lakukan 
dengan politur yang terbuat dari selak yang dicampur dengan spirtus. tunggu sampai 15 menit agar permukaan  hasil pendasaran menjadi kering . lalu amplas kembali dengan amplas 180-240 agar permukaan menjadi halus.
5. selanjutnya pengolesan pelapisan permukaan dengan kain perca. kain perca dioleskan secara berputar menggunakan politur.
6. pengamplasan secara basah dengan amplas nomor 180-240 yang tahan dengan air. pengamplasan basah ini sangat penting karena akan meratakan bekas usapan putar pada tahap sebelumnya.
7. tahap terakhir adalah memakai kaus namun dengan campuran politur yang lebih encer. cara melakukannya adalah dengan mengoleskan kaus menggunakan tekanan yang cukup kuat agar hasilnya lebih padat. apabila serat kayu tidak berdiri lagi , pori pori sudah tertutup rata dan hasilnya mengkilap. boleh dikatakn tahap ini telah selesai dan pekerjaan memolitur pun usai.