Kamis, 07 Januari 2016

PELAPISAN PERMUKAAN DENGAN POLITUR

saya memilih menulis ini karena finishing dengan politur dapat digunakan pada pekerjaan interior kapal dibidang prabot rumah tangga seperti meja, kursi, lemari dan sebagainya.

Politur adalah pewarna kayu yang bersifat transparan, dan tidak menutup serat kayu, sehingga kayu nampak lebih indah. 
aplikasi pemolesan pelapisan permukaan dengan politur yakni dengan kuas, dengan kain dan dengan kaus pada pelapisan akhir.

Fungsi
Di Indonesia politur ini merupakan bahan yang sangat popular sebelum pada akhirnya mulai digantikan dengan bahan finishing modern berupa cat (coating). Pada jaman dulu shellac ini merupakan satu-satunya bahan finishing yang bisa digunakan untuk proses finishing pada kayu yang bisa menghasilkan finishing dengan warna transparan yang bisa menampilkan keindahan warna dan serat kayu. Shellac dibuat dari bahan resin alam yang dihasilkan dari suatu jenis serangga yang hidup dari tumbuhan yang ada di India. Shellac bisa berfungsi untuk melindungi permukaan kayu dibawahnya. Bahkan sekarang finishing dengan warna transparan masih disebut sebagai warna politur. 
Politur, cat transparan jenis politur paling banyak digunakan dan dikenal oleh masyarakat karena telah digunakan sejak dahulu. Politur mudah untuk diaplikasikan dan dapat digunakan baik untuk eksterior atau interior ruangan karena meiliki perlindungan terhadap sinar ultra violet (UV). 
Cara memolitur benda kerja kayu warna alami :
1. pertama-tama kita bersihkan dahulu benda kerja yang akan di politur dengan ampelas untuk memotong serat yang berdiri dan kasar. kertas ampelas yang di pakai nomor 80-100 
2. setelah itu pengisian pori-pori yang berpotensi kasar seperti kayu jati, kamper dan lainnya. bahan pengisi pori kayu (wood filler) yaitu bubuk filler yang berlarut air. pengisian dapat di lakukan dengan kape hingga pori terisi. filler dibiarkan kering sampai beberapa menit. 
3. langkah selanjutnya pembersihan bubuk filler kering dengan amplas nomor 150-180 sehingga permukaan kayu rata dan bersih.
4. selanjutnya langkah pelapisan dasar yang dilakukan dengan kuas. pendasaran di lakukan 
dengan politur yang terbuat dari selak yang dicampur dengan spirtus. tunggu sampai 15 menit agar permukaan  hasil pendasaran menjadi kering . lalu amplas kembali dengan amplas 180-240 agar permukaan menjadi halus.
5. selanjutnya pengolesan pelapisan permukaan dengan kain perca. kain perca dioleskan secara berputar menggunakan politur.
6. pengamplasan secara basah dengan amplas nomor 180-240 yang tahan dengan air. pengamplasan basah ini sangat penting karena akan meratakan bekas usapan putar pada tahap sebelumnya.
7. tahap terakhir adalah memakai kaus namun dengan campuran politur yang lebih encer. cara melakukannya adalah dengan mengoleskan kaus menggunakan tekanan yang cukup kuat agar hasilnya lebih padat. apabila serat kayu tidak berdiri lagi , pori pori sudah tertutup rata dan hasilnya mengkilap. boleh dikatakn tahap ini telah selesai dan pekerjaan memolitur pun usai.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar